Bid Humas PMJ – Mesin pabrik garmen di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, di Jalan Madura, Blok D-09, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (13/8) meledak. Akibatnya, 15 pekerja luka-luka dan langsung dilarikan ke RS Pekerja KBN Cakung.
Kapolsek Cilincing Kompol M. Supriyanto mengatakan, pihaknya langsung melakukan pertolongan kepada para korban luka-luka ke rumah sakit. Dan kemudian mengamankan lokasi. Saat Tim Puslafor Polres Jakarta Utara datang kelokasi ternyata ledakan pada mesin boiler solar milik PT Kwang Lim Indonesia.
"Penyebab ledakan mesin boiler solar itu kami masih dalami dan selidiki. Selain itu juga memeriksa karyawan, korban dan juga pihak manajemen perusahaan terkait kecelakaan kerja tersebut," kata Kompol Supriyanto.
Dikatakan, ledakan mesin boiler solar terjadi, pada pukul: 07.20 WIB. Ledakan yang sangat dahsyat tersebut menghancurkan dinding dan atap pabrik garmen di bagian samping perusahaan. Bahkan seng atap sempat terbang ke tengah jalan.
Kapolsek menjelaskan, PT Kwang Lim memiliki mesin boiler dua jenis yaitu boiler berbahan bakar sampah atau kayu dan boiler solar. Sebelum kejadian saksi Firman, 24 menyalakan mesin boiler solar, sekitar pukul 06.08 WIB.
"Saksi Firman menunggu mesin tersebut hingga, pukul 06.30 dan pada pukul 06.30. Kemudian rekannya saksi Yana Sumitra tiba di mesin boiler yang sudah menyala sehingga Firman meninggalkan lokasi," ujar Kapolsek.
Selanjutnya, saksi Yana menunggu dan memeriksa mesin tersebut dan setelah dianggap normal, maka Yana meninggalkan lokasi mesin untuk melakukan perbaikan boiler milik PT Kwan Lim yang berbahan bakar sampah atau kayu.
Ketika Yana menyiapkan alat untuk perbaikan tiba-tiba mesin boiler solar meledak. Spontan membuat panik karyawan pabrik. Kencangnya ledakan tersebut membuat dinding dan atap pabrik PT Kwang Lim hancur berantakan.
15 pekerja yang saat itu berada di dalam pabrik mengalami luka-luka terkena serpihan ledakan. Mereka langsung dievakuasi ke rumah sakit. Hingga kini petugas masih melakukan olah TKP dan membuat garis polisi di lokasi ledakan.
"Untuk memastikan penyebab ledakan ini kami masih menunggu Tim Puslafor Mabes untuk melakukan olah TKP. Dan sementara ini kegiatan di pabrik dihentikan," ucap Kompol M. Supriyanto.

0 komentar:
Posting Komentar