Rabu, 10 Agustus 2016

8/10/2016 12:06:00 PM



PRESS RELEASE
PR No: 058/BEI.KOM/08-2016

10 Agustus 2016

Jakarta – Sebagai bagian dari industri jasa keuangan, pasar modal memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional. Sejak pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada 10 Agustus 1977, peran pasar modal terhadap perekonomian Indonesia semakin besar. Tidak hanya menjadi sumber pendanaan utama perusahaan, pasar modal saat ini juga telah menjadi salah satu tolak ukur bagi keberhasilan perekonomian Indonesia.

Salah satu wujud peranan penting pasar modal yang berkaitan erat dengan perekonomian nasional adalah dukungan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan di bawah koordinasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menyambut dan menyukseskan program Amnesti Pajak yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Kesuksesan dari program Amnesti Pajak menjadi perhatian penting bagi OJK, BEI, KPEI, dan KSEI. Keberhasilan kebijakan ini akan membawa dampak positif tidak hanya terhadap pengelolaan fiskal negara, namun juga bagi kesinambungan pertumbuhan aktivitas ekonomi nasional ke depan.

Pasar modal Indonesia memiliki kesiapan untuk mendukung pelaksanaan kebijakan Amnesti Pajak baik dari sisi regulasi maupun infrastruktur yang dimiliki. Dengan dukungan jaringan distribusi (SRO Network) yang luas meliputi 20 Kantor Perwakilan, 200 Galeri Investasi, media cetak dan elektronik, serta seluruh stakeholder pasar modal akan turut serta menyukseskan kebijakan ini. Kesiapan pasar modal juga turut didukung oleh infrastruktur perdagangan dan produk pasar modal yang mampu mengakomodir kebutuhan investasi Wajib Pajak terkait momentum kebijakan Amnesti Pajak.

Selain itu, BEI bersama KPEI dan KSEI dengan berkoordinasi bersama OJK memberikan dukungan pelaksanaan Amnesti Pajak berupa pendirian Layanan Terpadu Satu Atap (One Stop Service) Amnesti Pajak dan diresmikan oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Peresmian ini sekaligus memperingati 39 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia.

Nantinya, Layanan Terpadu Satu Atap Amnesti Pajak ini akan memudahkan para Wajib Pajak dalam berkonsultasi seputar Amnesti Pajak, pembayaran tarif Amnesti Pajak, sekaligus menjawab pertanyaan seputar produk investasi pasar modal dengan gateway perusahaan efek, bank persepsi, Direktorat Jenderal Pajak, BEI, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Para Wajib Pajak dapat mengunjungi pusat Layanan Terpadu Satu Atap Amnesti Pajak di Main Hall BEI – Gedung BEI Jakarta, dan di Kantor Perwakilan BEI yang ada di 20 kota di Indonesia dari 21 Juli hingga 30 September 2016 dari Senin hingga Jumat pukul 08.00 sampai dengan 17.00 dan Sabtu pukul 08.00 hingga 12.00.

Selain meresmikan Layanan Terpadu Satu Atap Amnesti Pajak, BEI, KPEI, dan KSEI bersama dengan OJK juga memberikan penghargaan kepada 24 Perusahaan Tercatat yang mendukung program Kampanye Yuk Nabung Saham dengan memfasilitasi karyawannya untuk menjadi investor saham. Dukungan yang diberikan baik berupa program edukasi investasi saham maupun secara langsung membantu karyawan untuk membuka rekening Saham.

Ke-24 Perusahaan Tercatat tersebut adalah PT Adaro Energy Tbk., PT Bank Artos Indonesia Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Ina Perdana Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Maspion Indonesia Tbk., PT Bank Mestika Dharma Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk., PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten Tbk., PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Blue Bird Tbk., PT Chitose International Tbk., PT Elnusa Tbk., PT Indomobil Finance Indonesia., PT Kawasan Industri Jababeka Tbk., PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., PT Sarana Multi Infrastruktur, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT Wijaya Karya Beton Tbk., PT XL Axiata Tbk., Unit-unit Usaha Sinarmas, dan PT Sri Rejeki Isman Tbk.

Pada peringatan 39 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia kali ini, BEI menjabarkan pencapaian-pencapaian pasar modal di sepanjang periode Januari hingga Juli 2016 yang meliputi:

I.    Aktivitas Perdagangan  

I. 1. Perdagangan Saham 

Secara statistik sampai dengan akhir Juli 2016, IHSG tercatat menguat sebesar 13,56% yaitu dari 4.593,01 pada akhir 2015 menjadi 5.215,99 pada 29 Juli 2016. Meski demikian, pada periode tersebut laju IHSG masih relatif lebih baik dibandingkan indeks di beberapa bursa Asia, seperti indeks S&P Sensex India (7,42%), Kospi Korea (2,80%), Hang Seng Hong Kong (-0,11%), Singapura (-0,49%), Bursa Malaysia (-2,32%), Nikkei Jepang (-12,95%) dan Shanghai China (-15,82%). Nilai kapitalisasi pasar saham Indonesia mengalami penguatan sebesar 15,23% dari Rp4.873 triliun pada akhir Desember 2015 menjadi Rp5.615 triliun pada 29 Juli 2016.

Sepanjang akhir Juli 2015 hingga akhir Juli 2016, IHSG bergerak cukup fluktuatif namun cenderung menguat. Pada tanggal 29 Juli 2016, IHSG ditutup di 5.215,99 atau mengalami penguatan sebesar 8,61% dibandingkan penutupan akhir Juli 2015 yang berada di 4.802,53. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar saham pada akhir Juli 2015 adalah sebesar Rp5.615 triliun, naik 13,16% dari Rp4.962 triliun yang dibukukan pada akhir Juli 2015.

Rata-rata nilai transaksi harian saham periode Januari hingga Juli 2016 adalah sebesar Rp6,03 triliun, mengalami penurunan tipis sebesar 0,99% dibandingkan dengan periode yang sama di 2015, yaitu sebesar Rp6,09 triliun. Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian saham periode Januari sampai dengan Juli 2016 mencapai 246.964 kali atau mengalami peningkatan sebesar 12,21% dibandingkan dengan periode yang sama di 2015, yaitu sebanyak 220.096 kali transaksi. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian saham periode Januari hingga Juli 2016 mencapai 5,46 miliar saham atau mengalami perubahan 10,38% dibandingkan dengan periode yang sama di 2015 sebanyak 6,09 miliar saham.

Nilai transaksi investor asing di sepanjang Januari hingga akhir Juli 2016 masih mencatatkan beli bersih dengan nilai Rp24,88 triliun atau meningkat jika dibandingkan jual bersih investor asing sebesar Rp22,59 triliun di sepanjang tahun lalu. Sampai dengan akhir Juli 2016, komposisi kepemilikan efek saham masih didominasi oleh investor asing dengan persentase 64,34%. Jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan di akhir 2015 dengan persentase 63,79%. Di sisi lain, kepemilikan efek saham oleh investor domestik di akhir Juli 2016 mengalami perubahan menjadi 35,66% jika dibandingkan dengan di akhir 2015 dengan jumlah persentase kepemilikan sebesar 36,21%.
 
I. 2. Perdagangan Efek Bersifat Utang dan Sukuk

I.2.1. Obligasi Konvensional, Syariah, dan Sukuk Korporasi yang berdenominasi Rupiah


Sepanjang Januari hingga Juli 2016, aktivitas transaksi di pasar obligasi konvensional, syariah, dan sukuk korporasi serta Efek Beragun Aset (EBA) yang berdenominasi Rupiah mencapai Rp119,06 triliun atau naik sebesar 5,47%  dibandingkan periode yang sama di 2015, yaitu Rp112,89 triliun. Frekuensi transaksi selama Januari hingga Juli 2016 mencapai 14.213 kali atau naik sebesar 3,97% dibandingkan periode yang sama di 2015 sebanyak 13.670 kali. Rata-rata transaksi harian naik dari Rp789,47 miliar per hari pada periode Januari sampai dengan Juli 2015 menjadi Rp844,43 miliar per hari pada periode yang sama di 2016, atau naik sebesar 6,96%.

Aktivitas transaksi di pasar obligasi konvensional yang berdenominasi Dolar AS mencapai USD5,10 juta atau turun sebesar 26,93% dibandingkan dengan periode yang sama di 2015 sebesar USD6,98 juta. Frekuensi transaksi obligasi konvensional yang berdenominasi Dolar AS selama Januari hingga Juli 2016 mencapai 5 kali atau turun sebesar 68,75% dibandingkan periode yang sama di 2015 sebanyak 16 kali. Rata-rata transaksi harian turun dari USD48,78 ribu per hari pada periode Januari sampai dengan Juli di 2015 menjadi USD36,19 ribu per hari pada periode yang sama di 2016, atau turun sebesar 25,81%.

I.2.2. Surat Berharga Negara (SBN) 

Sepanjang Januari sampai dengan Juli 2016, aktivitas transaksi SBN yang berdenominasi Rupiah mencapai Rp2.033,95 triliun atau mengalami penurunan sebesar 3,54% dari Rp2.108,70 triliun pada periode yang sama di 2015. Frekuensi transaksi di 2016 mencapai 133.382 kali, naik sebesar 32,19% dibandingkan periode yang sama di 2015 sebanyak 100.900 kali. Sedangkan rata-rata transaksi harian naik dari Rp14,75 triliun per hari pada periode Januari hingga Juli di 2015 menjadi Rp14,43 triliun per hari pada 2016 atau turun 2,17%.

Aktivitas transaksi SBN yang berdenominasi Dolar AS mencapai USD1.360,73 juta dengan rata-rata transaksi volume transaksi harian mencapai USD9,52 juta, sedangkan dalam periode yang sama di tahun 2016 tidak ada transaksi.

II. Aktivitas Pencatatan

II.1. Pencatatan Saham


Selama periode Januari hingga Juli 2016 terdapat 10 Perusahaan Tercatat baru di BEI, yakni PT Bank Artos Indonesia Tbk. (ARTO), PT Mitra Pemuda Tbk. (MTRA), PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI), PT Bank Ganesha Tbk. (BGTG), PT Cikarang Listrindo Tbk. (POWR), PT Sillo Maritime Perdana Tbk. (SHIP), PT Duta Intidaya Tbk. (DAYA), PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (JGLE), PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA), dan PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA).

Total dana yang berhasil dihimpun pada periode Januari sampai dengan Juli 2016 adalah sebesar Rp44,05 triliun, yang terdiri dari Initial Public Offering(IPO) sebesar Rp4,33 triliun, rights issue sebesar Rp39,33 triliun dan waran sebesar Rp380,73 miliar.

II.2. Pencatatan Surat Utang Korporasi 


Sampai dengan Juli 2016, terdapat 44 emisi baru obligasi dan sukuk senilai Rp57,81 triliun yang diterbitkan oleh 35 Perusahaan Tercatat. Pencatatan baru ini terdiri dari 39 emisi obligasi senilai Rp55,67 triliun dan 5 emisi sukuk senilai Rp2,14 triliun.

Di antara 35 Perusahaan Tercatat yang menerbitkan dan mencatatkan obligasi pada 2016, sebanyak 3 Perusahaan Tercatat yang baru pertama kali masuk ke pasar modal, yaitu PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) (PIGN), PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIFF).

Total Obligasi, Sukuk, dan EBA yang masih tercatat sampai dengan Juli 2016 adalah 294 emisi dan 435 seri senilai Rp275,35 triliun dan USD50 juta, meliputi 263 emisi dan 391 seri obligasi senilai Rp264,89 triliun dan USD50 juta, 31 emisi dan 44 seri sukuk senilai Rp10,46 triliun, 4 emisi dan 6 seri KIK EBA senilai 1,73 triliun, serta 1 emisi dan 1 seri EBA Surat Partisipasi senilai Rp147 miliar.

II.3. Pencatatan Surat Berharga Negara (SBN) 

Jumlah emisi Surat Berharga Negara (SBN) yang dicatatkan di BEI sampai dengan Juli 2016 adalah sebanyak 142 seri senilai Rp318,70 triliun. Pencatatan SBN di 2016 meliputi 24 seri pencatatan baru senilai Rp59,05 triliun dan USD200 juta, 116 seri pencatatan reopening senilai Rp259,18 triliun, dan 2 seri pencatatan baru hasil debtswitch senilai Rp472 miliar. Total SBN yang masih tercatat sampai dengan Juli 2016 adalah 95 seri senilai Rp1.666,24 triliun dan USD1.240 juta.

II.4. Kegiatan  Pembinaan dan Pemantauan Perusahaan Tercatat

Kegiatan Pembinaan Perusahaan Tercatat 
Selama Januari hingga Juli 2015, telah dilaksanakan:
•    Sosialisasi Peraturan Pasar Modal, Pelatihan IDXnet dan Pelatihan Sistem Pelaporan Laporan Keuangan Berbasis XBRL untuk Perusahaan Tercatat baru dan beberapa Perusahaan Tercatat lama sebanyak 7 kali dan jumlah perusahaan yang hadir adalah 52 Perusahaan Tercatat (obligasi dan saham), yaitu pada tanggal 26 Januari 2016, 25 Februari 2016, 22 Maret 2016, 27 April 2016, 27 Mei 2016, 29 Juni 2016 dan 29 Juli 2016;
•    Acara Seminar Corporate Social Responsibility (CSR) dengan tema Corporate Social Responsibility untuk Perusahaan Tercatat pada tanggal 1 Februari 2016.
•    Sosialisasi Penilaian ASEAN CG Scorecard (ACGS) 2016 bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan kepada 100 Perusahaan Tercatat dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di BEI tanggal 15 sampai dengan 16 Februari 2016 dan Coaching Intensive kepada 15 Perusahaan Tercatat terpilih pada tanggal 7, 8, dan 10 Maret 2016.
•    Halal Bi Halal dan Seminar 2016 terkait Sosialisasi Amnesti Pajak dan Perkembangan Kebijakan Ekonomi Indonesia kepada Stakeholder Pasar Modal Indonesia (Anggota Bursa, Perusahaan Tercatat, Bank Kustodian dan Asosiasi) pada tanggal 26 Juli 2016; dan

Kegiatan Pemantauan Perusahaan Tercatat : 
Sebagai bagian dari kegiatan pemantauan, sampai dengan Juli 2016, BEI telah mengenakan  sanksi kepada Perusahaan Tercatat terkait dengan kepatuhan pada Peraturan Pencatatan Efek. Sanksi yang dikeluarkan berupa:
•    427 sanksi Peringatan Tertulis I;
•    104 sanksi Peringatan Tertulis II;
•    50 sanksi Peringatan Tertulis III;
•    8 sanksi Denda;
•    23 Sanksi Suspensi.

Ketidakpatuhan tersebut mencakup dan tidak terbatas pada kewajiban penyampaian informasi insidentil dan berkala, serta pemenuhan kewajiban Perusahaan Tercatat kepada BEI.

II.5. Sosialisasi kepada Calon Perusahaan Tercatat


Sepanjang periode Januari hingga Juli 2016, BEI telah melakukan serangkaian kegiatan untuk menarik minat calon perusahaan agar menjadi Perusahaan Tercatat di pasar modal Indonesia. Beberapa kegiatan sosialisasi tersebut adalah:

•    Pelaksanaan business meeting dengan mengundang perbankan yang belum mencatatkan sahamnya di BEI dengan tema Road to Go Public Gathering di Jakarta pada 22 Februari 2016.
•    Pelaksanaan business meeting dengan tema BEI & HIPMI Jaya Go Public Gathering bekerjasama dengan HIPMI Jaya di Jakarta pada 21 Maret 2016.
•    Pelaksanaan workshop dengan tema Pembiayaan Infrastruktur dari Pasar Modal bekerjasama dengan Kantor Konsultan Hukum Hermawan Juniarto di Jakarta pada 5 April 2016.
•    Pelaksanaan diskusi panel dengan tema Are You Ready to Seize The IPO Opportunity bekerjasama dengan Ernst & Young Indonesia di Jakarta pada 20 April 2016.
•    Pelaksanaan IPO Fair 2016 bekerjasama dengan KADIN di Surabaya pada 29 dan 30 April 2016.
•    Mendukung pelaksanaan workshop yang diselenggarakan OJK dengan tema Pasar Modal sebagai Sumber Pendanaan Industri di Sektor Kelautan dan Perikanan di Semarang pada 17 Mei 2016.
•    Pertemuan one on one meeting dengan perusahaan-perusahaan yang potensial untuk go public.
Peresmian Pusat Informasi Go Public

Untuk lebih memberikan akses lebih besar lagi kepada perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan informasi go public maka BEI pada tanggal 27 Juni 2016 meresmikan Pusat Informasi Go Public (PIGP) yang berlokasi di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower II lantai GF, Jakarta. Peresmian Pusat Informasi Go Public turut mengundang Ibu Nurhaida selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, KADIN, KADINDA Jaya, HIPMI, HIPMI Jaya, APINDO, AEI, KPEI, KSEI dan para penjamin pelaksana emisi.

Tujuan pendirian Pusat Informasi Go Public ini adalah untuk mendekatkan Bursa dengan perusahaan potensial dan menjadi sarana berkonsultasi bagi perusahaan untuk lebih mengenal go public dengan Bursa maupun para penjamin pelaksana emisi dan mendapatkan informasi yang komprehensif tentang manfaat yang dapat diperoleh dari go public. Adanya Pusat Informasi Go Public diharapkan dapat menumbuhkan minat dan keinginan dari pemilik dan manajemen perusahaan untuk mengembangkan usaha dan mendapat pendanaan dari pasar modal melalui go public serta mencatatkan saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Selain di Jakarta, BEI juga akan membuka Pusat Informasi Go Public di beberapa kota di Indonesia, antara lain Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan.

III.    Kegiatan Pengawasan Transaksi 

Selama periode Januari hingga Juli 2016, BEI telah menetapkan 65 kali Unusual Market Activity (UMA) atas 60 efek. Aktivitas transaksi suatu efek dikategorikan sebagai UMA apabila dalam rentang waktu tertentu aktivitas transaksi efek tersebut tergolong tidak wajar. Sebagai tindaklanjut dari UMA, BEI telah melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) sebanyak 20 kali atas 15 efek. Suspensi dilakukan untuk melindungi investor terhadap transaksi yang tidak wajar dan memberi kesempatan kepada investor agar dapat memperhatikan keterbukaan informasi, rencana-rencana, dan kinerja emiten, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul dikemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan bertransaksi.

No
Tindakan
Januari - Juli 2016
Januari-Desember 2015
Frekuensi
Efek
Frekuensi
Efek
1
Unusual Market Activity
65
62
60
52
2
Total Suspensi
20
15
32
20


IV.    Pemeriksaan Kepatuhan terhadap Anggota Bursa (AB)

Kegiatan Pemeriksaan terhadap AB bertujuan untuk memastikan kepatuhan AB terhadap Peraturan Pasar Modal terkait dengan kegiatan operasional dan pengendalian internal. Pemeriksaan Rutin tahun 2016 dilakukan terhadap 78 AB, yang terdiri dari 69 AB yang memiliki ijin Marjin dan 9 AB yang tidak memiliki ijin marjin. Fokus pemeriksaan rutin tahun 2016 adalah terkait pelaksanaan transaksi marjin (khusus untuk AB yang memiliki ijin marjin) dan/atau fokus tambahan terkait pengendalian internal, yaitu:
1.    Fungsi Pemasaran;
2.    Fungsi Manajemen Risiko;
3.    Fungsi Kepatuhan;
4.    Sistem Pengawasan Transaksi Bursa.

Selain pemeriksaan rutin Operasional, Bursa juga melakukan pemeriksaan rutin TI terhadap 36 AB, dengan fokus pemeriksaan pada IT General Control (ITGC) AB.

Kegiatan Pemeriksaan yang telah dilakukan dalam periode Januari sampai dengan Juli 2016 meliputi:

1.    Pemeriksaan Rutin Operasional, yang telah dilakukan terhadap 50 AB dari total 78 AB, baik yang memiliki ijin marjin maupun tidak.
2.    Pemeriksaan Rutin TI telah dilakukan terhadap 16 AB dari total 36 AB yang akan diperiksa pada tahun 2016.
3.    Pemeriksaan Khusus, yaitu pemeriksaan yang dilakukan di luar pemeriksaan rutin, selama Januari sampai dengan Juli 2016, telah dilakukan 7 kali pemeriksaan khusus  terhadap 6 AB, terkait antara lain:
a.    Kecukupan dan keakuratan nilai MKBD Perusahaan;
b.    Pengendalian internal AB terkait transaksi dan atau kasus tertentu.

V.    Pemegang Saham, Keanggotaan, dan Partisipan 


Selama  periode Januari sampai dengan Juli 2016 jumlah Pemegang Saham BEI tercatat sebanyak 124 Perusahaan Efek. Jumlah Anggota Bursa (AB) adalah 115 AB yang terdiri dari 107 AB aktif, dan 8 AB suspend. Sedangkan jumlah Partisipan adalah sebanyak 115 yang terdiri dari 59 Perusahaan Efek, 37 Bank, dan 19 Bank Kustodian.

VI. Edukasi

Untuk meningkatkan jumlah dan aktivitas investor lokal, khususnya investor ritel, Bursa Efek Indonesia menargetkan untuk melaksanakan 3000 kegiatan edukasi selama tahun 2016. Sampai dengan Juli 2016, telah dilakukan 1.938 kali kegiatan edukasi dengan total jumlah peserta sebanyak 97.968 orang dan 33.954 orang dari total peserta telah menjadi investor dengan membuka Rekening Efek.

VI. 1. Sekolah Pasar Modal

Sekolah Pasar Modal (SPM) adalah program pendidikan tentang investasi di pasar modal yang diselenggarakan untuk masyarakat umum.  Ada dua jenis SPM yang diselenggarakan, yaitu SPM Reguler dan SPM Syariah. SPM Syariah dikhususkan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi saham sesuai syariah Islam. SPM dan SPM Syariah diselenggarakan di Jakarta dan di 20 kota yang memiliki Kantor Perwakilan.

SPM terdiri dari level 1 dan level 2 yang diselenggarakan dalam satu hari, sesi pagi untuk SPM level 1 dan sesi sore untuk SPM level 2. Materi SPM level 1 adalah tentang investasi saham dan materi SPM level 2 tentang analisa fundamental (bagaimana memilih saham untuk investasi). Peserta SPM difasilitasi untuk langsung menjadi investor. Dengan biaya Rp100 ribu, peserta SPM mendapat modul (materi), sertifikat, dan rekening efek senilai Rp100.000 (jika peserta langsung mendaftar jadi investor).

Dalam pelaksanaan SPM, BEI bekerjasama dengan Anggota Bursa mitra program Yuk Nabung Saham untuk pembukaan Rekening Efek serta Bank BCA dan Bank Mandiri untuk pembukaan Rekening Dana Nasabah bagi para peserta SPM.

Selama periode Januari hingga Juli 2016 telah dilaksanakan SPM dan SPM Syariah sebanyak 281 kali di seluruh Indonesia dengan total peserta sebanyak 9.791 orang dan dari jumlah tersebut sebanyak 5.680 orang langsung menjadi investor dengan membuka Rekening Efek pada saat pelaksanaan SPM.

VI.2. Sosialisasi dan Edukasi kepada Calon Investor

Selain Sekolah Pasar Modal, BEI menyelenggarakan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada kelompok-kelompok masyarakat dan mahasiswa dalam kegiatan yang diberi nama Forum Calon Investor dan Edukasi Publik. Sampai dengan akhir Juli 2016, telah dilaksanakan 407 kali Forum Calon Investor dengan jumlah peserta sebanyak 19.739 dan sebanyak  9674 peserta langsung menjadi investor dengan membuka Rekening Efek pada saat kegiatan berlangsung. Sedangkan Edukasi Publik ditujukan kepada mahasiswa atau masyarakat dalam jumlah besar. Sampai dengan akhir Juli 2016, telah dilakukan Edukasi Publik sebanyak 520 kali dengan jumlah peserta sebanyak 32.340  orang dan sejumlah 11.594   orang dari total peserta telah membuka Rekening Efek.

VI.3. Aktivasi Investor

Untuk meningkatkan aktivitas perdagangan investor ritel, Bursa Efek Indonesia telah melaksanakan kegiatan aktivasi investor berupa Forum Investor dan Investor Gathering yang sampai dengan bulan Juli 2016, telah dilakukan sebanyak 115 kali kegiatan dengan total jumlah peserta sebanyak 3.078 orang.

VI.4. Kunjungan ke Bursa Efek Indonesia

Di kantor pusat Bursa Efek Indonesia, terdapat Galeri Edukasi yang bertujuan memberikan layanan informasi, sosialisasi dan edukasi pasar modal, serta pendampingan bagi pengunjung. Galeri Edukasi terbuka untuk umum dan setiap hari selalu dikunjungi oleh masyarakat umum, mulai dari siswa sekolah, mahasiswa, lembaga atau institusi, komunitas, dan masyarakat umum lainnya. Selama periode Januari-Juli 2016 jumlah yang melakukan kunjungan ke Bursa Efek Indonesia sebanyak 12.874 pengunjung, dari 74 Sekolah Menengah Atas, 120 Perguruan Tinggi, dan 5 Komunitas/Institusi.

VI.5. Pameran Pasar Modal
Pasar Modal Syariah memiliki pangsa pasar yang luas di Indonesia. Melihat mulai maraknya perbankan syariah, BEI pun terus menerus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas untuk mengenalkan pasar modal syariah kepada mereka.

Selain sosialisasi dan edukasi pasar modal syariah, BEI juga memfasilitasi Anggota Bursa (AB) untuk mengembangkan infrastruktur investasi saham syariah yaitu pengembangan Syariah Online Trading System (SOTS). Dalam semester pertama tahun 2016, terdapat  penambahan 2 AB yang memperoleh sertifikasi Syariah Online Trading System (SOTS) dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yaitu MNC Sekuritas pada tanggal 11 Mei 2016 dan Henan Putihrai pada tanggal 20 Juni 2016. Dengan demikian, sampai dengan akhir Semester I 2016 terdapat 12 AB yang telah memperoleh sertifikasi SOTS oleh DSN-MUI.

Sampai dengan Juli 2016, telah dilaksanakan kegiatan edukasi, literasi, dan workshop Pasar Modal Syariah sebanyak 46 kegiatan di berbagai kota di Indonesia, seperti Padang, Bukit Tinggi, Banda Aceh, Bandung, Cianjur, Sukabumi, Mojokerto, Cirebon, Palangkaraya, Jakarta, Padang Sidempuan, Medan, Madura, Serang, dan Yogyakarta dengan total jumlah peserta sebanyak 5.599 orang. Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan Anggota Bursa yang telah mempunyai SOTS, DSNMUI, Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan beberapa kampus.

Sampai dengan akhir  Juni 2016, jumlah investor ritel saham Syariah adalah sebanyak 7.143 investor meningkat sebesar 46% apabila dibandingkan dengan akhir tahun 2015 sebesar 4.908.

BEI juga telah melakukan satu terobosan dalam pengembangan pasar modal syariah dengan bekerjasama dengan Bursa lain. Pada tanggal 2 Agustus 2016, BEI telah menandatangani MoU dengan Bursa Malaysia yang disaksikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Menteri Keuangan Indonesia, dan Kepala Bappenas pada acara pembukaan World Islamic Economic Forum (WIEF) ke 12 di Jakarta. BEI dan BM sepakat untuk bekerjasama mengembangkan instrumen dan produk pasar modal Syariah secara bersama-sama untuk menjadi rujukan di tingkat global.

VI.6. Kampanye Yuk Nabung Saham

Kampanye Yuk Nabung Saham (YNS) yang telah berjalan sejak diresmikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada 12 November 2015, diikuti dengan meningkatnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap dunia pasar modal. Hal itu dapat dilihat dari berbagai kegiatan Kampanye Yuk Nabung Saham, baik dalam bentuk Kegiatan Edukasi maupun Pameran atau Expo tidak pernah sepi peminat. Bursa Efek Indonesia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia dalam mengedukasi dan menyosialisasikan pasar modal Indonesia.

Dalam Kampanye YNS dilakukan beberapa strategi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Yuk Nabung Saham, antara lain: Pemutaran Iklan YNS di berbagai televisi dan radio, melakukan branding YNS di 20 Kantor Perwakilan BEI yang terdapat di 20 kota di Indonesia, berbagai kegiatan edukasi pasar modal dengan tema Yuk Nabung Saham, dukungan 34 Anggota Bursa (AB) dan beberapa Emiten, serta Expo YNS.

Iklan YNS telah selesai diproduksi dan akan memasuki tahap pemutaran di berbagai televisi dan Radio di Indonesia. Iklan ini berisi tentang bagaimana mekanisme Yuk Nabung Saham, penjelasan singkat mengenai YNS itu sendiri, dan ajakan untuk “Nabung Saham”.

Branding YNS untuk kesadaran masyarakat di luar Jakarta, dilaksanakan oleh Kantor Perwakilan BEI yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Seperti pemasangan billboard di pusat kota Aceh, Padang, Jambi, dan Bali. Pemasangan Poster di kota Riau, Aceh, dan Palembang. Penayangan Videotron di Batam. Standing Banner informasi YNS yang telah didistribusikan ke seluruh Galeri Investasi dan Kantor Perwakilan BEI. Stiker YNS telah dipasang di seluruh mobil operasional Kantor Perwakilan BEI. Pemasangan stiker YNS juga dilakukan di Angkutan Umum di kota Medan, Manado, Papua, dan Jambi. Seluruh karyawan BEI, KPEI, KSEI, serta anak Perusahaan juga turut mengkampanyekan branding YNS dengan  menempel stiker YNS di mobil dan helm motor milik pribadi.

Dari serangkaian kegiatan Kampanye Yuk Nabung Saham, telah dilaksanakan tiga kali ExpoExpo pertama diselenggarakan di Main Hall Galeri BEI pada 16 sampai 18 Desember 2015 dengan jumlah pengunjung 1.627 orang; Expo kedua diberi tajuk “Pesta Reksadana”  diselenggarakan di Main Hall Galeri BEI dan Lobby Gedung Bursa Efek Indonesia pada tanggal 27 hingga 30 Januari 2016  menghadirkan 42 peserta Expo dari perusahaan manajer investasi, Bank anggota Asosiasi Bank Kustodian, APERDI, OJK dan SRO, Anak Perusahaan SRO, dan Media Partner dengan 8.148 pengunjung menghasilkan total nilai transaksi Rp1,24 miliar; dan yang ketiga bertajuk “Festival Pasar Modal Syariah”  juga diselenggarakan di Main Hall Galeri BEI dan Lobby Gedung Bursa Efek Indonesia, pada tanggal 30 Maret hingga 2 April 2016 berhasil mencatatkan jumlah transaksi finansial Rp1,05 miliar dan transaksi non finansial Rp1,24 miliar dengan total transaksi keseluruhan Rp2,3 miliar. Selama 4 hari penyelenggaraan “Festival Pasar Modal Syariah”, total 9.517 pengunjung telah hadir dengan total produk yang ditransaksikan 4.032 produk finansial dan non-finansial.

Kampanye Yuk Nabung Saham didukung oleh 34 Anggota Bursa mitra YNS, yaitu: PT Asjaya Indosurya Securities, PT Bahana Securities, PT BCA Sekuritas, PT BNI Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT Daewoo Securities Indonesia, PT Dhanawibawa Artha Cemerlang, PT Erdikha Elit Sekuritas, PT First Asia Capital, PT Henan Putihrai Securities, PT Indo Premier Securities, PT Jasa Utama Kapital, PT Kiwoom Securities Indonesia, PT Kresna Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Securities, PT Mega Capital Indonesia, PT Minna Padi Investama, PT MNC Securities, PT NH Korindo, PT NISP Sekuritas, PT OSO Securities, PT Pacific 2000 Securities, PT Panin Sekuritas, PT Phillip Securities Indonesia, PT Phintraco Securities, PT Profindo International Securities, PT Reliance Securities, PT RHB Securities Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas, PT Sucorinvest Central Gani, PT Trimegah Securities Tbk, PT UOB Kay Hian Securities, dan PT Valbury Securities.

VI.7. Pasar Modal Syariah 

Selama semester I 2016, BEI telah melakukan berbagai kegiatan edukasi dan pengembangan infrastruktur investasi syariah di pasar modal Indonesia dengan melibatkan banyak pihak dalam penyelenggaraannya.

•    Telah ada penambahan 2 Anggota Bursa (AB) yang memperoleh sertifikasi Syariah Online Trading System (SOTS) dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yaitu MNC Sekuritas tanggal 11 Mei 2016 dan Henan Putihrai tanggal 20 Juni 2016. Dengan demikian, sampai dengan akhir Semester I 2016 terdapat 12 AB yang telah memperoleh sertifikasi SOTS oleh DSN-MUI.
•    Telah dilaksanakan kegiatan edukasi, literasi dan workshop Pasar Modal Syariah sebanyak 46 kegiatan di berbagai kota di Indonesia (Padang, Bukit Tinggi, Banda Aceh, Bandung, Cianjur, Sukabumi, Mojokerto, Cirebon, Palangkaraya, Jakarta, Padang Sidempuan, Medan, Madura, Serang, dan Yogyakarta) dengan total jumlah peserta sebanyak 5.599 orang. Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan Anggota Bursa yang telah mempunyai SOTS, DSNMUI, Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan beberapa kampus.
•    Per akhir Juni 2016, jumlah investor ritel saham Syariah adalah sebanyak 7.143 investor meningkat sebesar 46% apabila dibandingkan dengan akhir tahun 2015 yang hanya 4.908.
•    Sampai dengan 2 Agustus 2016, BEI telah menandatangai MoU dengan pihak Bursa Malaysia yang disaksikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Menteri Keuangan Indonesia dan Kepala Bappenas pada acara pembukaan World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 di Jakarta. BEI dan Bursa Malaysia sepakat untuk bekerjasama mengembangkan instrumen dan produk pasar modal Syariah secara bersama-sama untuk menjadi rujukan di tingkat global.

Dengan semakin banyak kegiatan edukasi dan pengembangan lainnya di pasar modal syariah, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pasar modal syariah Indonesia.

VII.  Proyek Pengembangan Sistem Perkantoran dan Perdagangan

Pada area perkantoran, BEI telah menyelesaikan fase penyusunan taksonomi dan pengembangan sistem Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat berbasis Extensible Business Reporting Language (XBRL) di bulan Oktober 2015. Pada bulan yang sama BEI telah memberlakukan Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat berbasis XBRL melalui sistem IDXNet yang mengakomodir tiga model pelaporan (instance XBRL, data dalam format Excel dan form entry).

Sedangkan pada area perdagangan, BEI melakukan penyesuaian atas produk derivatif yang telah ada berdasarkan common practice dan sesuai dengan ekspektasi pasar dalam rangka Revitalisasi Produk Derivatif (Kontrak Berjangka Indeks Efek – LQ45 dan Kontrak Opsi Saham) pada bulan Februari 2016. Beberapa substansi perubahan terkait mekanisme perdagangan, spesifikasi produk dan sistem perdagangan Derivatif yang dapat menjadi instrumen lindung nilai dan investasi. Pengembangan dilakukan dengan menerapkan single platform (menggunakan platform yang sama dengan perdagangan saham) dan dapat diperdagangkan melalui remote trading sehingga sistem perdagangan di sisi Anggota Bursa menjadi lebih efisien. Sistem tersebut juga terintegrasi dengan Sistem Kliring Derivatif (SKD) milik KPEI untuk memudahkan AB dalam melakukan proses order dan kliring. Pengembangan diikuti dengan penyesuaian Peraturan Keanggotaan, Perdagangan dan Kliring Derivatif.

BEI juga melakukan pembaruan infrastruktur sistem datafeed dengan mengimplementasikan perangkat pengiriman data berkinerja tinggi (solace) yang saat ini sedang dalam proses pengujian. Sistem ini direncanakan selesai pada akhir semester II 2016.

Implementasi pengembangan Jaringan Terpadu Pasar Modal yang disediakan melalui kerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (JTPM-Telkom) untuk komunikasi data sistem perdagangan BEI, KPEI dan KSEI telah selesai diuji di sisi BEI. Sedangkan untuk Anggota Bursa diperkirakan mulai dapat memanfaatkan JTPM-Telkom pada akhir 2016.

Pada akhir tahun 2015, BEI telah memulai proyek Pembaruan Sistem Perdagangan dan New Data Center (PSP-NDC). Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga kesinambungan, meningkatkan kinerja dan kapasitas layanan sistem perdagangan BEI serta untuk menyesuaikan dengan perkembangan Teknologi Informasi di industri Pasar Modal. Proyek PSP-NDC ini diperkirakan akan selesai pada semester II 2017.  

VIII.     Kajian Produk Baru 

Seiring dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap peraturan nomor II-E tentang Perdagangan Kontrak Berjangka Indeks Efek (KBIE) LQ-45 serta peraturan nomor III-B tentang Anggota Bursa Efek yang Dapat Memperdagangkan Kontrak Berjangka dan Opsi maka Bursa telah melakukansoft launching perdagangan KBIE LQ-45 pada Februari 2016.

Soft Launching perdagangan KBIE LQ-45 menjadi milestone bagi Bursa untuk segera memperdagangkan produk derivatif lainnya. Peluncuran berbagai produk derivatif diharapkan dapat memberikan pilihan produk yang lebih bervariasi bagi investor di Bursa Efek Indonesia.

Selain KBIE LQ-45, BEI juga tengah mengembangakan produk Indonesia Government Bond Futures (IGBF). IGBF akan menggunakan Surat Utang Negara benchmark 5 tahun serta SUN benchmark 10 tahun sebagai aset dasarnya.

Saat ini sedang dilakukan penyusunan Peraturan Perdagangan IGBF dan pengujian sistem perdagangan IGBF. Diharapkan pada awal Desember 2016, produk IGBF sudah mulai dapat diperdagangkan di BEI.


Demikian untuk diketahui publik.

KEPALA KOMUNIKASI PERUSAHAAN
PT BURSA EFEK INDONESIA
DWI SHARA SOEKARNO
NO. TELP: 021- 5150515
TOLL FREE: 0800-100-9000 (National)
FAX: 021- 5150330
EMAIL: callcenter@idx.co.id

0 komentar:

Posting Komentar