Menteri
Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan A.
Djalil mengajak Peserta Jambore Nasional agar melakukan sesuatu yang bermanfaat
saat menerima kunjungan peserta Jambore Nasional Tahun 2016 ke Kementerian
ATR/BPN, Jakarta, Kamis (18/8).
“Di
Indonesia, kita dapat meraih cita-cita karena Indonesia tidak mengenal kelas
dalam masyarakatnya,” ujar Sofyan. Sofyan mengisahkan bahwa ayahnya bekerja
sebagai tukang pangkas rambut serta ibunya seorang guru mengaji Al-Quran.
Namun, karena memiliki usaha dan kerja keras dirinya dapat menduduki jabatan
Menteri.
“Saya
menjadi Menteri 5 (lima) kali,” ujar Sofyan kepada 205 orang yang berkunjung ke
Kementerian ATR/BPN. Namun, bagi Sofyan hal itu tidak teralu penting. Baginya
yang terpenting adalah melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain.
“Yang
penting kita harus berbuat baik bagi siapa saja serta bermanfaat bagi orang
lain. Negeri ini akan maju jika kita melakukan hal itu,” kata Sofyan.
Sofyan
juga berpesan agar para peserta Jambore mengikuti budaya orang Jepang, gambaru.
“Bagi masyarakat disana, gambaru itu berarti tidak kenal
menyerah, tidak pernah mau gagal serta suka bekerja keras,” jelas Sofyan.
Sofyan
menambahkan hendaknya kerja keras yang dilakukan memiliki nilai tambah. “Hari
ini harus lebih baik dari hari kemarin karena itu setiap hal yang kita kerjakan
harus memiliki nilai tambah,” kata Sofyan.
Menutup
sambutannya, Sofyan berpesan bahwa tidak ada capaian apapun kecuali dikerjakan
dengan sepenuh hati.
0 komentar:
Posting Komentar